Konsep Neoliberalisme yang juga dikenal sebagai paham ekonomi neoliberal sebenarnya merupakan redefinisi dan kelanjutan dari liberalisme klasik yang dipengaruhi oleh teori perekonomian klasik yang memfokuskan pada pasar bebas dan perdagangan bebas, merobohkan berbagai hambatan perdagangan internasional dan investasi agar semua negara bisa mendapatkan keuntungan dari meningkatkan standar hidup masyarakat atau rakyat sebuah negara dan modernisasi dari peningkatan efisiensi perdagangan dan mengalirnya investasi.
Ada beberapa faktor yang mendorong munculnya neoliberalisme, yaitu: (1)
a.Munculnya perusahaan multinasional (multinational corporations-MNC) sebagai kekuatan yang nyata dan bahkan memiliki aset kekayaan yang lebih besar daripada negara-negara kecil di dunia. Mereka ini rata-rata memiliki kantor pusat pada negara-negara maju (Amerika Serikat, Uni Eropa, Kanada, Jepang, Australia).
b. Munculnya organisasi atau “rejim internasional” yang berfungsi sebagai surveillance system. Untuk menjamin bahwa negara-negara di seluruh dunia patuh menjalankan prinsip pasar bebas dan perdagangan bebas. Di dunia saat ini dikenal organisasi dan institusi internasional yang terus-menerus memantau negara-negara. Tiga yang utama adalah World Trade Organization (WTO) yang bisa menjatuhkan hukuman kepada negara-negara yang tidak patuh pada perdagangan bebas. Dua yang lain berkaitan dengan keuangan, yaitu World Bank dan International Monetary Fund (IMF).
c. Sebagai variable independen dari semua ini adalah revolusi di bidang teknologi komunikasi dan transportasi yang amat dahsyat selama 20 tahun terakhir. Tanpa ada kemajuan teknologi tidak mungkin terjadi kemajuan-kemajuan neoliberal.
d. Terakhir, dari perspektif realis harus disebutkan bagaimana negara-negara kuat (umumnya negara maju) memakai kekuatan yang dimilikinya untuk menaklukkan negara yang lebih lemah (umumnya negara yang sedang berkembang).
Ada yang menarik mengenai gagasan neoliberalisme tentang pemerintah. Apa yang biasanya dimengerti adalah bahwa kebijakan-kebijakan neoliberal (seperti deregulasi dan privatisasi) berusaha memangkas atau bahkan menghabisi peran pemerintah dalam pengelolaan ekonomi sampai dimana tahap otoritas legitim pemerintah untuk mengelola suatu negara habis.
Ketika neoliberalisme terlaksana dengan baik dengan mengembalikan pada kekuatan pasar, dan pembenaran mengacu pada kebebasan. Pasar menjadi sangat penting untuk menciptakan suatu wilayah sebagai tempat memasarkan produk-produk setiap negara. Pasar adalah arena terbuka, tempat dimana individu bersama-sama menukarkan barang dan jasa. Individu bersifat rasional, dan ketika mereka memakan rasionalitas tersebut di pasar, semua partisipan untung. Pertukaran ekonomi di pasar kemudian bersifat “positive sum game” yang berarti setiap orang mendapatkan keuntungan lebih dari yang mereka tanamkan.